Denken Entertainment Berita / Ekonomi
Wow! Anggaran Asian Games 2018 Mencapai Jumlah yang Fantastis
Oleh : ijoel69 Sabtu, 01 September 2018 21:04:00
Yuk, tengok anggaran Asian Games 2018 yang mencapai angka fantastis! Selain itu. Lalu seberapa besar uang yang beredar selama Asian Games 2018?
Asian Games merupakan sebuah kompetisi olahraga dengan skala yang besar. Tentu diperlukan anggaran yang besar agar perhelatan Asian Games 2018 bisa berjalan dengan lancar dan sukses.

Anggaran yang dikeluarkan untuk Asian Games 2018 meliputi banyak aspek. Misalnya aspek pembangunan infrastruktur seperti venue, sarana transportasi hingga akomodasi.

Selain itu, Asian Games juga merupakan event untuk perputaran uang. Lalu seberapa besar uang yang beredar selama Asian Games 2018?

Anggaran Asian Games 2018

Dalam upayanya menyukseskan Indonesia sebagai tuan rumah Asian Games 2018, pemerintah tak tanggung-tanggung dalam memberikan anggaran.

Dana segar sebesar Rp30 triliun dikucurkan guna memastikan penyelenggaraan Asian Games 2018 bisa maksimal.

Dana tersebut dipecah dan disalurkan ke bagian-bagian tertentu. Hal ini diungkapkan langsung oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Seperti dikutip dari laman Kompas.com, Jusuf Kalla menyebut bahwa anggaran yang tersedia akan dibagi untuk biaya penyelenggaraan, pembangunan infrastruktur dan sarana transportasi.

“Biaya untuk infrastruktur hampir Rp7 triliun. Kemudian, perbaikan di Palembang dan DKI Jakarta hampir Rp3 triliun. Keseluruhannya menjadi Rp10 triliunan.”

Infrastruktur yang dimaksudkan adalah untuk pembangunan bangunan penunjang Asian Games 2018. Seperti wisma atlet dan official hingga venue-venue cabang olahraga yang belum tersedia.

Sementara Rp3 triliun telah dihabiskan untuk memperbaiki venue-venue ­­dan fasilitas cabang olahraga.

Contohnya adalah renovasi Stadion Utama Gelora Bung Karno sebagai venue upacara pembukaan Asian Games 2018 dan tempat bertanding beberapa cabang olahraga.

Investasi Jangka Panjang

Jusuf Kalla lebih lanjut menjelaskan bahwa terdapat anggaran yang disiapkan tidak hanya sebatas untuk Asian Games 2018. Namun juga untuk investasi jangka panjang bagi Indonesia.

“Ada juga infrastruktur jangka panjang, seperti transportasi di Palembang yakni Rp7 triliun dan di Jakarta Rp10 triliun.”

Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Light Rail Transit (LRT) di Palembang dan Jabodetabek. Selain itu, juga ada pembangunan sarana transportasi lainnya yaitu Mass Rapid Transit (MRT).

Moda angkutan massa tersebut akan digunakan sebagai alat transportasi Asian Games 2018. Setelah ajang tersebut selesai, kedua sarana transportasi tersebut bisa digunakan oleh masyarakat untuk sehari-hari.

Bidding Tuan Rumah Olimpiade 2028

Jusuf Kalla juga menjelaskan bahwa pembangunan dan renovasi venue serta pembuatan transportasi massa yang layak adalah sebagai modal ikut serta dalam pemilihan tuan rumah Olimpiade 2028.

“Dengan adanya stadion, ini nanti banyak pemain bola main di situ, begitu juga akuatik bisa memunculkan perenang yang baik.”

Dilansir dari laman Kompas.com, Kalla meyakini bahwa sarana dan prasarana untuk Asian Games 2018 ini memiliki standar dan kualitas yang lebih baik dibandingkan Rio de Janeiro selaku tuan rumah Olimpiade 2016 kemarin.

Dengan semakin baiknya pelayanan moda transportasi yang ada, Jusuf Kalla percaya diri Indonesia akan dipertimbangkan sebagai tuan rumah Olimpiade 2028.

“Jadi artinya kalau kita mau bidding Olimpiade 10 tahun yang akan datang, kita mampu.”

INASGOC Tak Menerima Anggaran Sampai 100%

Total anggaran sebesar Rp27 triliun sudah dialokasikan untuk pembangunan infrastruktur dan moda transportasi. Sisa anggaran diberikan kepada Panitia Penyelenggara Asian Games 2018 (INASGOC) sebesar hampir Rp5 triliun.

Dana tersebut digunakan pihak INASGOC untuk keperluan urusan penyelenggaraan saja. Seperti penyediaan tayangan siaran langsung Asian Games 2018, fasilitas untuk para peserta Asian Games 2018 dan membuat merchandise.

Dana tersebut sebenarnya tidak sesuai dengan yang diajukan oleh pihak INASGOC.

Pihak panitia mulanya mengajukan permintaan dana sebesar Rp8,7 triliun namun ditolak oleh pemerintah. Penolakan dikarenakan anggapan bahwa angka tersebut terlampau mahal.

Alhasil, INASGOC melakukan siasat dengan pencarian sponsor untuk menambal kekurangan tersebut. Mulai dari sponsor uang tunai, produk atau barter kebutuhan.

Namun panitia hanya dapat meraup sebesar Rp1,6 triliun. Dana dari sponsor masih tetap belum memenuhi anggaran yang dibutuhkan INASGOC.

Seperti dilansir dari halaman Tirto.id, Cahyadi Wanda selaku Wakil Direktur Pendapatan INASGOC tak ambil pusing dengan kekurangan tersebut.

“Ini kan efisiensi. Kami kan harus adaptasi dengan apa yang kami punya. Enggak cukup bukan berarti kita batal.”

Dampak Ekonomi Asian Games 2018

Meski pelaksanaan Asian Games 2018 menyedot banyak anggaran negara. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Keuangan (Bappenas) Bambang Brodjonegoro optimistis bahwa penyelenggaraan Asian Games 2018 banyak memberikan dampak positif terhadap ekonomi Indonesia.

Seperti dilansir dari Tirto.id, Bambang memperkirakan bahwa Asian Games 2018 akan memberikan dampak langsung terhadap perekonomian Indonesia sebesar Rp45,1 triliun.

“Dari sisi pengeluaran pengunjung, biaya konstruksi, dan biaya operasional, terhitung sejak 2015 hingga 2018 mencapai Rp45,1 triliun.”

Bambang meyakini melalui Asian Games 2018 nantinya akan ada peningkatan pada sektor pariwisata, terciptanya lapangan kerja baru, hingga mendorong pembangunan infrastruktur dan fasilitas olahraga di beberapa kota.

Bambang bersama timnya telah melakukan kajian terhadap kemungkinan dampak langsung pengeluaran pengunjung dan peserta Asian Games 2018. Angka yang keluar masih bersifat estimasi sehingga bisa saja kurang atau bahkan lebih.

Bappenas memperkirakan pengeluaran tersebut sebesar Rp3,6 triliun. Angka ini akan dihitung kembali pada saat Asian Games 2018 berlangsung dan telah selesai.

Jakarta Menjadi Pusat

Sebagai kota utama penyelenggara Asian Games 2018, Jakarta akan menjadi pusat konsentrasi pengeluaran para peserta dan pengunjung.

Bappenas memperkirakan sebanyak 70% peserta dan pengunjung datang ke Jakarta. Sisanya sebesar 30% akan berada di Palembang.

Uang sebesar akan Rp2,5 triliun akan dikeluarkan para pengunjung di Jakarta selama pagelaran Asian Games 2018. Sementara di Palembang akan ada pengeluaran sebesar Rp1,1 triliun dari pengunjung.

Pengeluaran pengunjung paling besar akan berpusat pada sektor akomodasi.

Diperkirakan sektor akomodasi bisa meraup hingga Rp1,3 triliun. Sementara pengeluaran terbesar kedua akan berada di sektor transportasi sebesar Rp640 miliar.

Sektor kuliner, yaitu makanan dan minuman menjadi yang ketiga. Sektor tersebut bisa meraup pendapatan hingga Rp628 miliar.

Lalu disusul oleh sektor perbelanjaan dan hiburan. Masing-masing diperkirakan akan mencapai Rp560 miliar dan Rp280 miliar.

Masih Bisa Bertambah

Angka di atas masih bisa bertambah. Tergantung bagaimana penyelenggara melakukan promosi Asian Games 2018.

Promosi yang gencar dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan peluang ekonomi selama Asian Games 2018 berlangsung.

Bambang menilai dengan promosi wisata yang dapat dilakukan di Indonesia sembari menghadiri Asian Games 2018 dapat meningkatkan pengunjung mancanegara yang datang. Selain itu, turis mancanegara juga diberikan akses yang mudah untuk mengunjungi Indonesia.

Bambang mengatakan
“Dengan menyiapkan destinasi wisata dan infrastruktur pendukung, meningkatkan awareness wisatawan mancanegara tentang destinasi wisata, termasuk wisata kuliner dan budaya, serta mengadakan event pariwisata pada saat Asian Games berlangsung.”

#Finansialku.com
Denken Entertainment : http://www.denken.co.id/
Versi online: http://www.denken.co.id//mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=25